• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • ANALISA TERHADAP KENAIKAN MINYAK DUNIA

    ANALISA TERHADAP KENAIKAN MINYAK DUNIA

    DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai dampak kenaikan minyak Dunia, disini saya akan mencantumkan mengenai “penjelasan pemerintah tentang keputusan pemerintah RI dalam hal pengurangan subsidi bbm dan kebijakan lain yang menyertainya” pada tanggal, 23 mei 2008 di Jakarta y

    Sejak setahun terakhir harga minyak mentah dunia terus melambung. Kalau pada tahun lalu harga minyak berkisar pada angka USD 80/barrel, pada saat ini kisaran harganya berada pada tingkat di atas USD 130/barrel. Hal ini menggelembungkan angka subsidi BBM ketingkat yang tidak mungkin lagi dipertahankan. Jika harga minyak mencapai rata-rata USD 120/barel sepanjang tahun 2008 maka subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Padahal menurut UU No 16/2008 tentang APBN(P) 2008 yang disetujui DPR, ditetapkan batas maksimal anggaran subsidi BBM hanya sebesar Rp 135,1 triliun.

    Dengan semakin besarnya subsidi BBM, kemampuan pemerintah untuk membiayai berbagai program yang berorientasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyediaan infrastruktur menjadi terancam dikurangi.

    Sementara itu subsidi BBM sesungguhnya salah sasaran. 40 persen kelompok pendapatan rumah tangga terkaya justru menikmati 70 persen subsidi tersebut, sedangkan 40 persen kelompok pendapatan terendah hanya menikmati sekitar 15 persen.

    Kenaikan Harga BBM adalah upaya terakhir

    Pemerintah telah berusaha agar tekanan yang berasal dari kenaikan harga minyak dunia dapat dikelola dan diminimalkan dampaknya bagi masyarakat. Langkah-langkah seperti penghematan belanja pemerintah, kenaikan penerimaan pajak, usaha efisiensi PLN dan Pertamina, konversi dan penghematan BBM bersubsidi telah dan akan terus dilakukan. Meskipun demikian langkah-langkah tersebut belum mencukupi untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Oleh karena itu pemerintah terpaksa melakukan opsi kebijakan menaikkan harga BBM.

    Harga BBM di Indonesia saat ini sebenarnya sudah termasuk salah satu yang terendah di kawasan Asia (bahkan lebih rendah dari negara-negara miskin seperti Timor Leste, Kamboja dan Bangladesh). Setelah kenaikan harga BBM sebesar 28,7% sekalipun, harga BBM kita masih cukup jauh berada di bawah tingkat harga di Timor Leste, Filipina, Thailand dan Singapura.

    Program Kompensasi

    Pemerintah sepenuhnya sadar, kebijakan pengurangan subsidi BBM akan menaikkan biaya hidup dan akan menambah beban bagi orang banyak. Oleh karena itu, sebelum memutuskan kenaikan harga BBM, Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah, antara lain dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 19,1 juta rumah tangga, dengan jumlah dana Rp 14,1 triliun pada tahun ini.

    Di samping itu pemerintah memberikan kompensasi dalam bentuk lain yaitu :

    • Program Ketahanan Pangan :
    • Harga Raskin yang semula direncanakan dinaikkan menjadi Rp 1900/kg, tetap dipertahankan sebesar Rp 1600/kg. o Jangka waktu pembagian Raskin kepada 19,1 juta rumah tangga diperpanjang dari semula 10 bulan menjadi 12 bulan .
    • Dukungan Biaya Pendidikan Anak bagi PNS Gol I/II, Tamtama TNI/Polri.
    • Tambahan Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat Harga BBM Per 24 Mei 2008

    Setelah melalui pertimbangan yang seksama dan persiapan penyaluran BLT yang memadai, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.16/2008 menaikkan harga bensin premium, solar dan minyak tanah bersubsidi, yang mulai berlaku pada 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB (lihat lampiran). Selain itu Pemerintah tetap akan melaksanakan program penghematan konsumsi BBM bersubsidi melalui program kartu kendali yang sudah dicanangkan di Semarang, Jawa Tengah dan program smart card yang akan dilakukan ujicobanya pada bulan September tahun ini. Semua kebijakan ini pada akhirnya diharapkan akan semakin memperkuat dan menggairahkan perekonomian nasional serta memperbaiki keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sumber : http://www.kppmadyapalembang.pajak.go.id

    Setelah kita membaca uraian diatas mengenai kenaikan harga BBM yang merupakan dampak dari Kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga BBM didalam Negri bersubsidi sebesar 28,7 persen per 24 Mei 2008 dengan asumsi harga minyak masih 110 dolar AS per barel. Padahal, saat ini harga minyak mentah di pasar global sudah menyentuh 135 dolar AS per barel. (Suara Karya, 26 Mei 2008), memiliki dampak yang sangat besar bagi kegiatan perekonomian Indonesia. Jika kita melihat pada tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 %, sedangkan laju inflasi saaat ini diperkirakan sekitar 12 persen. Hal ini dapat menimbulkan pesimisme Publik tehadap pemerintah untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan.

    Masalah kenaikan harga minyak dinia, merupakan salah satu penyebab dari permasalahan moneter yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Menurut Prof. DR. Rina Indriastuti (pada KegiatanBimbingan Teknis Perencanaan Ekonomi Makro), permasalahan moneter disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :

    1. Efektivitas kebijakan moneter mengahadapi tantangan meningkatnya harga minyak dunia dan rigiditas perekonomian nasional.
    2. Permasalahan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok pada bulan Januari –Maret 2008 yang sulit diredam mengancam sasaran inflasi. (APBN menetapkan target inflasi tahun 2008 sebesar 6,50% untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6,40%). Inflasi bulanan pada bulan Januari dan Februari 2008 sebesar 1,77% dan 0,65%.
    3. Penurunan BI rate direspon lambat oleh perbankan dan sektor riil.

    Dengan demikian jelas sekali, kenaikan harga BBM sangat besar dan luas sekali dampaknnya bagi perekonomian baik Nasional maupun Internasional terutama bagi Negara-negara pengimpor minyak seperti Amerika yang merupakan Negara pengimpor minyak terbesar di dunia.

    Adapun dari kenaikan harga BBM bagi Negara Indonesia yaitu :

    a. Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok di pasaran

    Hal ini telah bisa kita lihat sekarang, bahkan sebelum haraga BBM mengalami kenaikan harga-harga dipasaran telah lebih dulu mengalami kenaikan.

    b. Lumpuhnya unit usaha kecil yang dalam segi modal sangat lemah.

    Sepekan pasca kenaikan harga BBM banyak sekali Unit usaha kecil yang tidak melakukan kegiatan operasional di karenakan kenaikan harga BBM ini. Sehingga mereke tidak bisa untuk beroperasi.

    c. Meningkatnya biaya angkutan jasa transportasi

    Hal ini sangat jelas dan bisa di rasakan pada saat sekarang ini bukan hanya tariff angkutan yang meningkat tetapi kenaikan hagra BBM ini mempengaruhi kenaikan harga-harga yang lain yang mencakup hampir semua aspek.

    d. Berpotensi menurunya produktifitas pertania

    Hai ini bisa kita lihat beberapa hari yang lalu, para petani tidak menggunakan pupuk untuk pertanian mereka, dikarenakan mahalnya harga pupuk.

    e. Dapat menyebabkan Meningkatnya tinggkat pengangguran

    Apabila hal ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan banyak perusahaan tidak akan bisa melakukan kegiatan operasional yang pada akhirnya akan banyak pekerja yang akan kehilangan pekerjaan.

    f. Menigkatnya inflasi

    Hal in bisa kita lihat sekarang saja tingkat inflasi sudah diatas 10 persen dan diperkirakan akan mencapai 12 persen. Tidak menutup kemungkinan tingkat inflasi ini akan terus meningkat.

    g. Meningkatnya tingkat kemiskinan

    h. Meningkatnya Keresahan sosial

    i. Ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah yang bisa berdampak pada ketidakstabilan politik. Serta masih banyak lagi dampak yang akan terjadi

    Suatu pertanyaan, mengapa kenaikan harga BBM memiliki dampak yang sangat luas dan besar serta memiliki dampak multi dimensi(politik, social dan ekonomi)? Hal ini dikarenakan minyak merupakan satu-satunya bahan bakar yang digukan sekarang baik untuk proses produksi, penerangan dan transportasi. Dengan demikian apabila harga BBM ini mengalai kenaikan otomatis akan mempengaruhi yang laiinya, karena terjadinya kenaikan biaya opereasional pada perusahaan.

    Apa solusi terhadap permasalahan ini? Jika kita tinjau seharusnya Indonesia beruntung dengan kenaikan harga BBM, karena Negara Indonesia merupakan salah satu Negara anggota OPEC, tetapi kenyataannya tidak, hal ini dikarenakan ladang minyak indonesai mengalami penurunan dalam produksi minyaknya. Hal ini juga bisa dikarenan ladang minyak indonesai yang dikelola oleh pihak asing yang seharusnya di kelola oleh Negara sendiri. Kembali kepada pertanyaan mengenai solusi diatas, apakah BLT yang dilakukan oleh pemerintah sekarang merupakan solusi? Sama sekali bukan solusi. BLT ibarat hujan gerimis dipadang pasir, yang hanya bisa menyenankan hati rakyat sejenak (hanya di gunakan untuk meredam gejolak public terhadap dampak kenaikan harga BBM). Lalu apa solusi yang tepat? Menurut saya solusi yang tepat yaitu:

    a. Melakukan explorasi untuk mencari sumber minyak baru

    b. Mengembangkan sumber energi alternatif untuk penerangan dan proses produksi.

    c. Pengehematan terhadap penggunaan BBM untuk semua kalangan.

    d. Kenaikan BBM merupakan tindakan/langkah yang tepat. Dengan demikian akan memotivasi untuk mencari alternative lain mengenai sumber energi.(dilihat dari dampak Positifnya kenaikan BBM).

    e. Penggunaan kendaraan yang hemat bahan bakar

    f. Jalan kaki/penggunaan sepeda untuk beraktifitas (hemat energi dan tidak menyebabkan polusi).

    Dari solusi diatas diharapkan permasalahan mengengai kenaikan minyak dunia sedikit bisa diatasi, serta akan memunculkan budaya untuk berhemat dan berpikir sehingga akan muncul inovasi-inovasi baru.

    About these ads

    2 Tanggapan

    1. [...] ANALISA TERHADAP KENAIKAN MINYAK DUNIA  ANALISA TERHADAP KENAIKAN MINYAK DUNIA  DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN   [...]

    2. saya setuju dengan pemerintah yang memilih opsi menaikan harga BBM. namun saya menganjurkan pemerintah untuk lebih mengefisiensikan penggunaan BBM di masyarakat. Contoh, di jalan kota-kota besar sering kali terjadi kemacetan yang panjang. konsumsi BBM bagi kendaraan umum maupun pribadi pasti lebih banyak dan tidak efisien karena akan dihabiskan di jalanan yang macet. bayangkan berapa puluh ribu kendaraan yang terjebak macet, berapa ribu jalanan di kota-kota besar yang di padati kendaraan di Indonesia, berapa juta liter yang perlu dipenuhi untuk memenuhi permitaan akan ‘ketidakefisiensian’ jumlah BBM. selain itu pemerintah perlu membatasi jumlah kendaraan yang beredar di jalan dan umur kendaraan untuk mengurangi emisi buangan dari kendaraan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.