• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • LAY OUT

    Nama : ABDUL MAJID

    NIM : F01105006

    1. PRODUCT LAY OUT

    Produk lay out atau sering disebut layout “garis” berarti bahwa bahwa kebutuhan-kebutuhan operasi produk mendominasi dan menentukan layout mesin-mesin dan peralatan-peralatan lainnya. Bisa juga diartikan bahwa product layout yaitu keadaan dimana mesin-mesin dan fasilitas manufacturing yang lain diatur menurut uturan-urutan dari proses yang dibutukan untuk menghasilkan suatu produk. Oleh karena itu bagian-bagian yang ada menjadi bagian pengerjaan suatu produk . operasi atau jalannya suatu proses pembuatan suatu produk selalu ditentukan lebih dulu baru ditentunkan urutan-urutan mesin-mesinnya. Lay out berdasarkan product ini biasanya digunakan dalam industri-industri yang menghasilkan produk massa, dan barangnya terstandarisir. Barang yang dihasilkan oleh product layout bersifat terus-menerus (countinuous), hal ini sangat baik apalagi diprosuksi dalam jumblah yang besar. Produk dipindahkan dari satu tempat kerja ketempat kerja lainnya secara terus-menerus. Misalnya pembuatan televisi, kompor, mobil dan banyak barang-barang elektronik lainnya.

    Pada tempat kerja individual pekerjaan mungkin merupakan kerja tangan (manual), biasanya dalam kerja perakitan, atau mungkin merupakan kerja mesin, biasannya dalam perbuatan komponen-komponen. Macam produksi ini sering disebut ‘layout garis lurus’ walaupun kadang-kadang garis berhenti pada suatu sudut dan berganti arah.

    Jadi, dari penjelasan diatas dapat disimpulkan beberapa ciri dari prosuct layout yaitu:

    a. Barang yang dihasilkan bersifat terus-menerus (countinous)

    b. Jika pekerjanya manual peralatan yang digunakan mudah untuk dijinjing (portable tools).

    c. Jika menggunakan mesin biasanya menggunakan mesin-mesin yang lebih besar, serba guna (untuk mengecap, menempa, memotong, mengebor, menggrida, mengetam, mengukir atau membuat potongan besi).

    2. Keuntungan Dari Producr Lay Out:

    1. Dapat digunakan alat-alat (mesin-mesin) yang otomatis.
    2. Dapat digunakan ban berjalan (conveyer).
    3. Pengawasan mesin-mesin lebih mudah dam production control disederhanakan, karena rute dari bahan-bahan telah fixed dan dapat disederhanakan.
    4. Infeksi yang digunakan lebih sedikit.
    5. Kebutuhan materi dapat dischedule lebih tepat, hal ini sangat dibutuhkan terutama dalam peningkatan kapasitas prosuksi.

    Kerugian Dari Producr Lay Out:

    1. Pekrjaan mudah terhenti, karena perkerjaan terhenti pada suatu titik atau mesin tertentu maka seluruh pekerjaan akan terhenti pada ketika itu juga.
    2. Karena sifatnya tidak fleksibel, maka kalau terjadi perubahan-perubahan akan memakan biaya yang besar karena itu product lay outbiasanya kurang cocok untuk memproduksi barang-barang yang stylenya berubah-ubah.
    3. Rate of output (tingkat produksinya) sudah fixed.
    4. Sifat pekerjaan sudah satu irama saja (monotonous), sehingga dapat membosankan, akibatnya setelah bosan, maka efisiensi pekerja akan menurun.
    5. Investasinya tinggi karena penggunaan special purpose machine dan conveyer, dimana sering terdapat duplication of machinery, karena mesin-mesin yang kerjanya part time harus ditempatkan di semua departement.

    3. PROSES LAY OUT

    Keuntungan-keuntungan proses lay out yaitu :

    1. Investasi yang lebih rendah didalam equipment (mesin-mesin) oleh karena dalam proses lay out ini duplication of machinery kurang, dan lebih menggunakan mesin pada tingkat penggunaan yang cukup tinggi karena mengerjakan satu jenis pekerjaan saja.
    2. Sangat fleksibel, karena mesinnya general purpose machine, sehingga dapat mengikuti dengan cepat mengikuti dari satu jenis produk ke jenis lainnya.
    3. Manufacturing cost biasanya lebih rendah, karena walaupun raganya banyak, tetapi jumblahnya sedikit.
    4. Perusahaan yang memakai process lay out ini tidak mudah berhenti produksinya atau berhenti sama sekali (shut down), karena bisa satu mesin rusak maka pekerjaan dapat dilakukan dengna mesin yang ada diantara bagian-bagian untuk menjaga kelancaran produksi.
    5. Karena mesinnya general purpose, maka akan ada incentive untuk memperbaiki hasil perkerjaannya, sebab apa yangdikerjakan oleh satu bagian langsung dapat langsung terlihat, sedang pada product lay out ini tidak akan terlihat.

    Kerugian proses lay out, antara lain :

    1. Pekerjaan untuk routing, scheduling dan cost accounting sukar, setiap kali order baru, maka semua perencanaan harus dikerjakan kembali, sehingga pekerjaan banyak sekali.
    2. Didalam proses lay out, material handling dan material transportation cost tinggi, karena biasanya disini kita tidak bisa menggunakan ban berjalan (conveyer) atau mesin-mesin yang otomatis. Sehingga bahan-bahan bergerak lambat sekali, dan inventory dari product yang dikerjakan terlalu besar, sehingga menggunakan gudang yang lebih luas.
    3. Koordinasi dan pengawasan sukar, karena terdapatnya variasi dari manufacturing dan biasanya proces in time lebih lama. Juga infection perlu legih tinggi, karena setiap product yang dikerjakan harus diperiksa kembali.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: