• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • PERMASALAHAN PENDIDIKAN KAL-BAR

    Sumber: Pontianak post, Senin, 3 Mei 2004

    Memprihatinkan, Banyak Anak Putus Sekolah

    Refleksi Hardiknas

    Pontianak,- Masih banyak permasalahan pendidikan di Kalbar yang terabaikan. Hari pendidikan nasional (Hardiknas) diharapkan bisa menjadi refleksi upaya peningkatan kualitas pendidikan Kalbar ke depan.

    Menurut Ketua Komisi E DPRD Kalbar, Asiah Salekan BA, sedikitnya ada empat permasalahan pendidikan yang harus mendapat perhatian serius, tidak hanya oleh pemerintah pusat tetapi juga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Pertama, masih tingginya angka putus sekolah (drop out) di semua jenjang pendidikan di Kalbar. “Tingginya angka DO ini tidak boleh dianggap sepele. Bagaimanapun ini menyangkut permasalahan SDM Kalbar. Pemerintah harus lebih serius terhadap permasalahan ini,” tegas Asiah. Dia menyarankan, agar pemerintah tidak hanya bergantung pada bantuan pendidikan dari lembaga swadaya masyarakat, GNOTA, dan pihak swasta dalam menuntaskan angka putus sekolah. Sebab, pendidikan menjadi hak warga negara yang harus dipenuhi. Karena itu, sangat perlu ada subsidi bagi anak-anak putus sekolah yang keluarganya tidak mampu. “Ke depan, perlu adanya subsidi dari masing-masing pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Coba anggarkan subsidi pendidikan bagi siswa putus sekolah yang orang tuanya tidak mampu. Ini sangat penting sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya.

    Permasalahan kedua, sambungnya, kurangnya tenaga guru dan rendahnya tingkat kesejahteraan guru. Kurangnya tenaga guru tersebut, menurut Asiah sebenarnya sudah disikapi pemerintah dengan disedikannya guru bantu. Saat ini di Kalbar terdapat 3573 guru bantu yang terdiri atas 2213 guru SD dan Madrasah Ibtida’yah, 708 guru SMP/MTs, 527 guru SMU/SMK/Aliyah, serta 5 guru SLB. Hanya saja, kesejahteraan para guru tersebut sangat memprihatinkan. Mereka hanya mendapat honor sekitar Rp 460 ribu belum dipotong pajak. Selain itu, ada pula sejumlah guru yang ditempatkan di daerah terpencil dengan tambahan incentif sebesar Rp 40 ribu per bulan. “Penghargaan terhadap guru selama ini masih sangat kurang. Bagaimana pendidikan di sini bisa baik jika hanya mengandalkan istilah pahlawan tanpa jasa. Mereka juag harus dijamin kesejahteraannya. Karena itu, pemerintah provinsi, kota/kabupaten harus memberikan subsidi bagi para guru tersebut. Dananya bisa dianggarkan dari APBD. Coba bayangkan, incentif Rp 40 ribu bagi guru did aerah terpencil itu diberikan sejak 1999 lalu. Ini sudah lima tahun, tapi tidak ada penambahan sedikitpun. Nah, ini yang harus jadi perhatian,” tandasnya.

    Kemudian, Asiah juga menyinggung kurangnya sarana dan prasarana pendidikan di Kalbar. Terutama buku paket bagi siswa dan banyaknya gedung sekolah yang rusak. Meski otonomi daerah menyebabkan kewenangan anggaran pendidikan dibebankan pada kabupaten/kota, namun itu tidak membuat perbaikan sarana pendidikan semakin bagus. “Tidak semua pemerintah kota/kabupaten yang sungguh-sungguh memperhatikan pendidikan ini. Contohnya, tidak sedikit gedung sekolah di daerah-daerah yang rusak berat karena sejak dibangun 1974 lalu, belum ada upaya sedikitpun untuk merehabnya. Padahal, siswa membutuhkan suasana tenang tanpa ketakutan saat belajar di kelas. Nah, ini menjadi PR penting bagi pemerintah daerah. Jangan hanya menganggarkan dana untuk adminsitrasi saja,” cetus dia.

    Masalah lain yang lebih serius adalah anggaran pendidikan yang sangat kecil. Fungsionaris Partai Golkar ini menyebutkan, selama ini tak satu pemerintah daerah di Kalbar yang anggaran pendidikannya mencapai 20 persen. Selain itu, anggaran pendidikan tersebut pun lebih banyak diorientasikan untuk administrasi. “UU Pendidikan Nasional sudah sangat jelas menyebutkan anggaran pendidikan tersebut harus mencapai 20 persen. Tapi hingga saat ini, hal itu belum diterapkan juga,” sesal Asiah.

    Dia berharap, Hardiknas bisa menjadi refleksi semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga pendidikan informal. “Tidak dipungkiri pendidikan kita masih belum bisa dibilang berkualitas. Karena itu, dalam menentukan kebijakan pendidikan, harus ada koordinasi dan konsolidasi antara eksekutif, legslatif, dan pakar pendidikan,” tuturnya. (vhe)

    PERMASALAHAN PENDIDIKAN KAL-BAR

    Dari sumber diatas dapat disimpulkan ada beberapa permasalahan yang terjadi pada pendidikan KAL-BAR yaitu: masih tingginya angka putus sekolah (drop out) di semua jenjang pendidikan di Kalbar, kurangnya tenaga guru dan rendahnya tingkat kesejahteraan guru, kurangnya sarana dan prasarana pendidikan di Kalbar dan anggaran pendidikan yang sangat kecil. Dari keempat permasalahan tersebut sangat berpengaruh tehadap kemajuan pendidikan di KAL-BAR, salah satunya renndahnya mutu pendidikan dan semakin banyaknya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan.

    Mengenai banyaknya anak yang putus sekolah, yang menjadi pentanyaannya adalah mengapa hal ini bisa terjadi? Faktor ekonomi merupakan penyebab paling utama, kebanyakan mereka putus sekolah karena bekerja atau membantu orang tuanys bekerja, dan kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya (orangtua tidak berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai pendidikan anaknya). Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. Biaya pendidikan sekarang ini, sudah tidak bisa dikatakan murah lagi karena dilihat dari penghasilan masyarakat KAL-BAR baik didaerah pelosok maupun di daerah kotanya tidak sebanding dengan kebutuhan yang terus meningkat. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Walaupun biaya pendidikan gratis, tetapi keperluan lain mereka masih belum bisa memenuhi misalnya, seragam, perlengkapan belajar, buku tulis/buku paket serta biaya transportasi terutama daerah yang jauh dari sekolah. Bagi daerah KAL-BAR, pendidikan masih meupakan investasi yang dianggap mahal, dan sangat sulir untuk dipenuhi. Ini merupakan suatu realita yang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah.

    Permasalahan pendidikan lain, kurangnya tenaga guru dan rendahnya tingkat kesejahteraan guru, merupakan hal yang tidak kalah pentingnya, yang sangat memerlukan perhatian khusus. Kekurang tenaga guru merupakan persoalan yang sangat sulit untuk dicari pemecahannya. Hal ini dikarenakan dulunya, minimnya orang yang berminat untuk menjadi guru, pekerjaan menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang tidak memiliki gengsi, Fakultas Keguruan atau sejenisnya merupakan pilihan terakhir apabila sudah tidak diterima di fakultas-fakultas lainnya.

    Masalah rendahnya tingkat kesejahteraan guru dan kurannya sarana dan prasarana, terjadi karena pemerintahan masih belum mampu untuk memberikan gaji yang besar kepada guru dan meyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah karena masih kecilnya anggaran untuk pendidikan(pada saat belum ditetapkannya anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBD). Dimana gaji yang diberikan tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan selama satu bulan(dengan kebutuhan yang kian meningkat dikarenakan meningkatnya harga). Hal ini memiliki pengaruh yang besar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Bisa kita lihat masih ada guru-guru didaerah, sebelum negajar atau setelah selesai mengajar mereka mencari pekerjaan tambahan. Misalnya ada yang menjadi tukang ojek, bagaimana mereka(guru) bisa mengajar dengan maksimal, dan dengan perencanaan yang matang sedangkan mereka disisi lain mereka harus memikirkan untuk mencari penghasilan tambahan.

    Dari sekian banyak permasalahan diatas ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, yaitu:

    1. Perencanaan yang matang dan pesiapan sejak dini setiap keluarga untuk biaya pendidikan. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. Tanggung jawab orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke jenjang yang lebih tinggi.
    2. Optimalisasi dan pengawasan terhadap dana BOS sehingga bisa tepat sasaran
    3. Galakan program orangtua asuh
    4. Galakkan progam Mobile school, hal ini pernah dilakukan di daerah bandung untuk anak-anak jalanan. selain berfungsi sebagai perpustakaan, mobile school; ini juga dilengkapi tutor dan multimedia, sehingga mereka bisa merasakan indahnya pendidikan.
    5. Adanya Program pemerintah dalam pengadaaan pendidikan guru untuk putra daerah secara gratis, untuk daerah yang kekurang guru. Agar nantinya mereka bisa mengajar dan memajukan pendidikan didaerahnya, serta merendahkan biaya pendidikan pada jurusan Keguruan.
    6. Kalau pemerintahan telah mampu, tingkatkan gaji guru dan penyediaan saran dan prasarana yang memadai untuk setiap sekolah baik didaerak perkotaan maupun di daerah pedalaman. Pemerintah harus memaksimalkan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% untuk pendidikan secara maksimal.

    TUGAS INDIVIDU

    PROFESI KEPENDIDIKAN

    “PERMASALAHAN PENDIDIKAN

    OLEH :

    ABDUL MAJID

    F011 05 006

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS TANJUNGPURA

    PONTIANAK

    2007



    2 Tanggapan

    1. Artikel di Blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!!

      http://www.infogue.com/
      http://www.infogue.com/pendidikan/permasalahan_pendidikan_kal_bar/

    2. keren sangat membantu gan.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: