• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • Bahasa Indonesai

    1. MASALAH PEMENGGALAN KATA

    1. Pemenggalan kata kata dasar dilakukan sebagai berikut:

    (1). Jika di tengah kata ada huruf vocal yang beruntun, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

    Contoh: In-struk-si,ba-ha-sa,hu-ruf,la-har.

    Hati-hati, jika vocal yang beruntun merupakan diftong, pemenggalan kata tidak dilakukan diantara kedua huruf vocal.

    Contoh : Ins-tru-ksi (pemenggalan yang salah)

    In-struk-si (pemenggalan yang benar)

    (2). Jika di tengah kata ada huruf konsonan, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan itu.

    Contoh :la-mun,la-ju,la-ma.

    (3). Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan diantara kedua huruf konsonan itu.

    Contoh: Suka-cita.

    Gabungan huruf konsonan ny, ng,kh dan sy tidak boleh dipisahkan.

    Contoh: ke-nyang , ha-ngat , makh-luk , ma-sya-ra-kat.

    (4). Jika di tengah kata ada tiga buah lebih huruf konsonan, pemenggalan dilakukan diantara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.

    Contoh: Pre-di-kat.

    2. Imbuhan yang berupa awalan dan akhiran, termasuk awalan yang mengalami

    perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangakai dengan

    kata yang dimbuhinya, dapat dipenggal.

    Contoh: me-la-mun-kan,me-lan-jut-kan.

    4. Khusus untuk kata yang mengandung sisipan (-el-, -em-, -er-, -in-),

    pemenggalannya dapat dilakukan dengan dua cara: (1) mempertahankan

    sisipan dalam satu suku kata sehingga tidak terpenggal (anggapan dasarnya adalah kata bersisipan sebagai kata turunan sehingga bersifat polimorfemis); (2) tidak mempertahankan sisipan dalam satu suku kata(anggapan dasarnya adalah kata bersisipan bersifat monomorfemis karena sudah membantu ; dan sisipan sebagai pembentuk kata sudah tidak produktif lagi)

    Contoh: gejolak(kata dasar)bergejolak(kata turunan) ber-ge-jo-lak.

    (pemenggalan 1).

    2. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL

    a). Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal

    kalimat.

    Contoh: Pieka seorang pembalap wanita yang tangguh.

    b). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

    Misalnya:”Kemarin engkau terlambat,” katanya.

    c). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan

    dengan nama Tuhan dan Kitab sici, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

    Contoh :Yang Maha Kuasa,hamba-Mu,Ilahi,Alkitab,Quran,Weda, Injil.

    d). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan,

    keturunan, dan keagamaan, yang diikuti nama orang.

    Contoh : Kiai Haji Abdullah Gymnastiar,Nabi Isa,Iman Ali,Sultan Agung.

    e). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat

    yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang,

    nama instansi, atau nama tempat.

    Contoh: Menteri Perdagangan,Ketua MPR Amien Rais,Jenderal Sutanto, Bupati Sintang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.

    Contoh :Pak Gubernur tidak dapat datang karena sakit?

    f). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.

    Misalnya: Bandung Budi Sentoso.

    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

    Contoh: mesin diesel, 20 , 10 volt.

    g). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari-hari raya,

    dan peristiwa sejarah.

    Contoh: tahun Saka, bulan April, hari Jumat, perang Diponegoro.

    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.

    Contoh: Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta memproklamasikan

    kemerdekaan Indonesia.

    Negara barat sangat menguasai dalam perang dunia.

    h). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi

    Contoh: tanjung pura(salah), Tanjung Perak(benar).

    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.

    Contoh: Mereka pergi ke danau.

    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.

    Contoh: rumah minang.

    i). Huruf Kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.

    Contoh: bangsa Australia, suku Aborigin, bahasa Inggris

    j). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi

    badan/lembaga pemerintahan dan ketatane-garaan, serta nama dokumen

    resmi.

    Contoh: Mahkamah Konstitusi, Dewan Permusyaratan Rakyat..

    k). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang

    sempurna yang terdapat pada nama badan/lembaga.

    Contoh: Yayasan Palung.

    l). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua

    unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar,

    dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, dalam, yang. Untuk yang tidak terletak pada posisi awal.

    Contoh: Siswa itu sedang meyusun makalah berjudul “Hak-Hak Anak Dalam Keluarga”

    Sudah dua bulan ayah berlangganan Republika.

    m). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan

    kekerabatan seperti bapak, ibu, sauara, kakak, adik, paman yang dipakai

    dalam penyapaan dan pengacuan.

    Contoh :Mereka akan pergi ke rumah Pak Camat.

    n). Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar,

    pangkat,dan sapaan.

    Contoh : Prof (profesor),Tn.(tuan),Sdr (Saudara)

    3. PENULISAN KATA TURUNAN

    1). Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran)ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

    Contoh : perbuatan , perjuangan, permasalahan ,membetulkan.

    2). Jika bentuk dasar berupa gabungan kata , awalan atau akhiran ditulis serangkai

    dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

    Contoh : distri busikan , garis bawahi.

    3). Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran

    sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

    Contoh: memberitahukan, mengkambinghitamkan.

    4. PENULISAN BENTUK ULANG

    Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.

    1). Perulangan seluruh bentuk kata dasar.

    Perulangan ini disebut juga perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan utuh terdiri atas dua macam yaitu: perulangan tehadap kata dasar dan perulangan kata kata berimbuhan.

    Contoh:

    Bentuk dasar

    Bentuk perulangan

    Pelajar

    Pencuri

    Rumah

    Timbangan

    Merah

    Pelajar-pelajar

    Pencuri-pencuri

    Rumah-rumah

    Timangan-timabangan

    Merah-merah

    2). Perulangan berbunyi.

    Kata berubah bunyi atau kata ulang saling suara adalah bentuk perulangan yang disertai dengan perubahan bunyi. Perubahan bunyi tersebut ada yang terjadi pada vocal atau pada bunyi konsonan.

    Contoh:

    Bentuk dasar

    Bentuk perulangan

    Sayur

    Serba

    Sorak

    Warna

    Sayur-mayur

    Serba-serbi

    Sorak-sorai

    Warna-warni

    3). Perulangan sebagian.

    Perulangan sebagian atau kata ulang dwipurwa adalah bentuk perulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar .

    Contoh:

    Bentuk dasar

    Bentuk perulangan

    Pohon

    Saji

    Melihat

    Menolak

    menali

    Pepohonan

    Sesaji

    Melihat-lihat

    Tolak-menolak

    Tali-menali

    5. PENULISAN GABUNGAN KATA

    1). Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus,

    unsur-unsurnya ditulis terpisah.

    Contoh : anak tiri, ibu tiri.

    2). Gabungan kata berikut ditulis serangkai karena hubungannya sudah sangat

    padu sehingga tidak dirasakan lagi sebagai dua kata.

    Contoh : Fahrenheit, Karyawisata, darmawisata.

    3). Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi,

    gabungan kata itu ditulis serangkal.

    Contoh: adidaya , neoliberalisme , multilateral, bilateral.

    6. PENULISAN KATA DEPAN( di , ke , dan dari).

    Kata depan (preposisi) adalah kata tugas yang berfunsi sebagai unsur pembentuk frase preposisional.

    Kata depan di, ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

    Contoh : Pak Budi berada di ruang tamu.

    Ibu pergi ke supermarket.

    7. PENULISAN PARTIKEL

    1). Partikel –lah dan –kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

    Contoh : Pergilah karena sebentar lagi hari mau hujan.

    Apakah kamu setuju pendapat teman mu tadi ?

    2). Partikel –pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

    Contoh : Ketika Ayah pergi, Ibu pun ikut pergi.

    3). Partikel per yang berarti 0 demi 0, dan 0 tiap 0 ditulis terpisah dari bagian

    kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

    Misalnya : Berapakah harga karet per kilogramnya di sini?

    Sekarang harga beras sudah mahal Rp. 5.000,00 per kilo.

    8. PENULISAN SINGKATAN DAN AKRONIM

    1). Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau

    lebih.

    Adapun aturan penulisannya adalah sebagai berikut.

    a. setiap menyingkat satu kata dipakai satu tanda titik.

    Contoh : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD)

    b. Bila menyingkat dua kata dipakai dua titik.

    Contoh : Magister Manajemen ( M.M )

    Akan tetapi, singkatan nama diri yang terbentuk dari gabungan huruf awal kata yang disingkat, ditulis tanpa titik.

    Contoh : Perseroan terbatas disingkat PT.

    c. Bila menyingkat tiga kata atau lebih, pada akhir singkatannya dipakai satu tanda titik.

    Contoh:dan seterusnya, di singkat dst.

    Akan tetapi, singkatan nama diri yang terbentuk dari gabungan huruf awal kata yang disingkat, ditulis tanpa titik.

    Contoh : TPI (Telavisi Pendidikan Indonesia).

    2). Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal kata atau

    gabungan suku kata dari deret kata yang disingkat. Akronim dibaca dan diperlakukan sebagai kata.

    a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata yang disingkat, ditulis seluruhnya dengan huruf capital.

    Contoh : BAWASDA (Badan Pengawas Daerah )

    b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata, huruf awalnya ditulis dengan huruf capital dan tidak diakhiri oleh tanda titik.

    Contoh :Depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional )

    9. PENULUSAN ANGKA DAN LAMBANG BILANGAN

    1). Angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan nomor. Dalam tulisan

    lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.

    Contoh : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

    I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X.

    2). Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau

    kamar ada alamat.

    Contoh : Jalan Imam Bonjol, Gang. Tanjung Saleh No.36 . Pontianak Selatan.

    3). Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

    Contoh : BabIV, Pasal 4, halaman 124

    Injil Yohanes: 4.

    4). Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.

    a. Bilangan utuh

    Contoh : Dua-dua 22

    Dua ratus dua puluh dua 2.22

    b. Bilangan pecahan

    Contoh : spertiga 1/3, Dua perenam 2/6, Satu perdelapan 1/ 8.

    6). Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut.

    Contoh : Pada abad IV, pada abad ke-15.

    7). Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu , susunan

    kalimat diubah sehingga susunan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.

    Contoh : lima penjahat itu berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian di Pontianak Barat.

    Bukan: 5 penjahat itu di tangkap oleh pihak kepolisian di Pontianak Barat.

    8). Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian

    supaya lebih mudah dibaca.

    Contoh : Motor bandung itu mampu memuat 150 orang penumpang..

    9). Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks,

    kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.

    Contoh: Rumah kami ada 7 buah kamar tidur..

    10. PEMAKAIAN TANDA TITIK, KOMA, TITIK KOMA, TITIK DUA DAN

    TANDA HUBUNG.

    A. Tanda Titik (.)

    1). Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

    Contoh : Ayah ku tinggal di Pemangkat.

    2). Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang

    menunjukkan waktu dan jangka waktu.

    Contoh : pukul 1.35.20 ( pukul 1lewat 35 menit 20 detik )

    3). Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya

    yang tidak mewujudkan jumlah.

    Contoh : Ia lahir pada tahun 1973 di Serawai.

    4). Tanda titik dipakai diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir

    dengan tanda Tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

    Contoh : Asmara, U. Husna. 2002. Aplikasi Statistika untuk Penelitian. Pontianak : Romeo Grafika.

    5). Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya .

    Contoh :Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.123 jiwa.

    Contoh : Desa itu berpenduduk 30. 000 orang.

    6). Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain,

    kepala ilustrasi, atau tabel.

    Contoh :Daftar Imbuhan dalam Bahasa Indonesia.

    7). Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat

    atau (2) nama dan alamat penerima surat.

    Contoh : Jalan Rumah Sakit Umum Gang Karyarasa 29, Tasikmalaya

    26 Juni 2008

    Yth. Drs. Karim, M.Pd.

    Jalan Tanjung Pura 20, Pontianak

    B. Tanda Koma (,)

    1). Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

    Contoh :Bumi ini terdiri dari air, tanah, udara, dan oksigen.

    2). Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat

    setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

    Contoh :Saya ingin datang , tetapi hari hujan.

    Budi bukan adik saya, melainkan adik sepupu saya.

    3). Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, jika

    Anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

    Contoh : Karena nakal, Badu di pukul Ibunya.

    (anak kalimat) (induk kalimat)

    Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

    Contoh : Karena nakal Badu di pukul Ibunya.

    4). Tanda koma harus dipakai dibelakang kata atau ungkapan penghubung

    antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.

    Contoh :.. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.

    Jadi, soalnya tidak semudah itu.

    5). Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan,

    dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.

    Contoh : O, begitu?

    Wah, bagus sekali permainanmu !

    Hati-hati, ya, nanti jatuh.

    6). Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain

    dalam kalimat.

    Contoh : ” Saya gembira sekali, ” kata Ibu, ” karena kamu lulus. ”

    7). Tanda koma dipakai diantara (1) nama dan alamat, (2) bagian-bagian alamat,

    (3) tempat dan tanggal, dan (4) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

    Contoh :Kuala Lumpur, Malaisya dan Jakarta, Indonesia.

    8). Tanda koma dipakai diantara bagian-bagian dalam catatan kaki.

    Contoh : Iskandar, Eddy D. ( 2000 ). Menulis Skenario. Bandung : Rosda Karya.

    9). Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang

    mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan atau nama diri, keluarga, atau marga.

    Contoh : Drs.F.X Ngawan, M.Si.

    10). Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya

    tidak membatasi.

    Contoh : Guru saya, Pak Barus, pandai sekali.

    11). Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan

    yang terdapat pada awal kalimat.

    Contoh :Atas bantuan Fitri, Yanti mengucapkan terima kasih.

    12). Tanda koma tidak dipkai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian

    lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru.

    Contoh : “ Tolong kembalikan kamussaya secepatnya,” ujar Deni pada Toni.

    C. Tanda Titik koma (;)

    1). Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang

    sejenis dan setara.

    Contoh :Hari semakin siang ;adik belum juga bangun.

    2). Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk

    memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

    Contoh :Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; ibu sibuk bekerja di dapur.

    3). Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat

    kompleks yang tidak cukup dipisahkan dengan tanda koma demi memperjelas arti kalimat secara keseluruhan.

    Contoh : Akibat standar kelulusan semakin tinggi mengakibatkan anak SD;SMP; dan SMU menjadi beban pikiran.

    D. Tanda Titik Dua(:)

    1). Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap diikuti

    perincian.

    Contoh :Di rumahku kini ada ayah, ibu, nenek, kakekek, paman, dan bibi.

    Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

    Contoh :. Di rumahku kini ada ayah, ibu, nenek, kakekek, paman, dan bibi.

    2). Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan

    pemerian.

    Contoh: a. Ketua : Budi

    Sekretaris : Iwan

    Bendahara : Tono

    3). Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang

    menunjukkan pelaku dalam percakapan.

    Contoh :

    Si Pitung : (meletakkan golok) bawa golok itu, Dung!

    Dadung : Ke mana, Bang ?.

    4). Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara

    bab dan ayat dalam kitab suci,(iii) di antara judul dan anak judul suatu

    karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

    Contoh : Debdipbud ( 1974 ). Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

    E. Tanda Hubung (-)

    1). Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh

    pergantian baris. Namun demikian, suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.

    Contoh : Tidak lama lagi paman akan da-

    tang dari Bandung.

    2). Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dibelakangnya atau

    akhiran dengan bagian kata didepannya pada pergantian baris. Namun demikian, akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat huruf satu huruf saja pada pangkal baris.

    Contoh: Walaupun dia anak kecil dengar-

    kan saja perkataannya.

    3). Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.

    Contoh : anak-anak, kucing-kucingan.

    4). Tanda hubung dipakai untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu

    ataupun bagian-bagian tunggal, bulan, dan tahun.

    Contoh : p-a-n-s-u-s

    24-9-2008

    5). Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (1) hubungan bagian kata atau ungkapan dan (2) penghilangan bagian kelompok kata.

    Contoh : dua puluh lima-ribuan

    Ber-rotasi

    6). Tanda hubung di gunakan untuk merangkaikan (1) meyambungkan imbuhan dengan kata yang dimulai dengan huruf kwpital, (2) ke- dengan angka, (3) angka dengan –an, (4) singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (5) nama jabatan rangkap.

    Contoh: se-Pontianak

    ber-Tuhan

    di-PHK

    ke-2

    tahun-70 an

    hari-H

    sinar-UV

    Menteri- Pertahanan Nasional.

    7). Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan imbuhan dengan kata asing.

    Contoh : di-smash

    mem-back up

    pen-takcle-an

    mem-block

    di- short

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: