• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • PRAKTEK KOPERASI

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang.

    Kegiatan praktek koperasi merupakan proses yang harus dilakasanakan oleh setiap mahasiswa FKIP UNTAN P.IPS khususnya BKK Koperasi untuk memenuhi persyaratan dan melengkapi tugas-tugas dalam mata kuliah praktek koperasi.

    Kegiatan praktek koperasi ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tempat-tempat peaktek. Dalam praktek ini mahasiswa diterjunkan langsung pada koperasi yang dipilih oleh mahasiswa yang bersangkutan. Setelah kegiatan praktek ini dilaksanakan semua mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan secara tertulis tentang segala sesuatu yang menyangkut kegiatan di koperasi tempat mengadakan praktek koperasi secara menyeluruh.

    1. Tujuan Praktik koperasi.

    Setiap aktivitas harus mempunyai tujuan yamg hendak dicapai, agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat menjadi efektif dan efisien. Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan kegiatan praktek koperasi adalah sebagai berikut:

    1. Membentuk sikap mahasiswa agar lebih dewasa dan mmiliki kemampuan yang tinggi untuk menjadi pengelola koperasi yang dapat memahami bagaimana memanejerial koperasi yang baik.
    2. Mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang profesional di masa yang akan datang.
    3. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang di dapat dibangku kuliah pada keadaan yang sebenarnya.
    4. Untuk menumbuhkan semangat pembaharuan perkoperasian pada setiap diri mahasiswa.

    1. Manfaat Kegiatan Praktek koperasi.

    Adapun manfaat yang kami dapatkan dalam praktek koperasi adalah:

    1. Mahasiswa dapat mengetahui keadaan koperasi yang sesungguhnya dan dapat mengetahui proses kerja suatu organisasi.
    2. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam berhubungan dengan koperasi/dinas/instansi tertentu, sehingga akan menjadi modal bagi mahasiswa tersebut untuk berwiraswasta atau membuka usaha di masa yang akan datang.
    3. Untuk mengetahui lagkah-langkah untuk mengadakan pembaharuan terhadap koperasi serta dengan praktek koperasi ini akan dapat membandingkan antara teori dengan praktek, dimana tidak semua teori yang didapatkan dapat di terapkan di lapangan.
    4. Dengan praktek ini kami dapat mengetahui bagaimana manajemen yang dilakukan pada sebuah koperasi khususnya DEKOPINWIL Kal-bar.
    5. Dengan laporan praktek koperasi ini diharapkan daat memberikan sumbangan pemikiran bagi koperasi pada umumnya dan DEKOPINWIL Kal-bar pada khususnya dalam upaya mengembangkan usaha.
    6. Bagi penulis, untuk melihat kenyataan atau melihat fakta-fakta yang ada di lapanga serta mengaplikasikan teori-teori yang di peroleh di bangku kuliah khususnya masalah perkoperasian.

    BAB II

    GAMBARAN UMUM KOPERASI

    1. Sejarah Koperasi di Indonesia

    Koperasi diperkenalkan oleh Raden Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan kopeasi kredit dengan tujuan membantu rakyat nya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Budi Oetomo dan SDI Belanda yang kuatir koperasi akan dijadikan pusat perlawanan, mengeluarkan Undang-Undang No. 431 yang isinya :

    1. Harus membayar minimal 50 Gulden untuk mendirikan koperasi
    2. Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
    3. Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jenderal
    4. Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda

    Hal ini menybabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan ijin koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan Undang-Undang No.91 tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari Undang-Undang No.431 seperti :

    1. Hanya membayar 3 Gulden untuk materai
    2. Bisa menggunakan Bahasa daerah
    3. Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
    4. perizinan bisa didaerah setempat

    Akhirnya koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933, keluar Undang- Undang yang mirip Undang-Undang No. 431 sehingga mematikan usaha koperasi yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 jepang menduduki Indonesia, lalu mendirikan koperasi Kumiyai.

    Awalnya koperasi ini berjalan mulus namun fungsinya berubah drastis dan dimanfaatlkan oleh Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan akibatnya rakyat menjadi sengsara. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan jkoperasi Indonesia mengadakan kongres koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Perkembangan kehidupan perkoperasian Indonesia menunjukkan bahwa koperasi mula-mula berkembang di pegawai pemerintahan kemudian dicoba dikembangkan didaerah pedesaan. Bahkan oleh kaum pergerakan nasional koperasi pernah dicobakan sbagai alat pemersatu bangsa dalam bidang perekonomian untuk melawan penjajah.

    Riwayat perkembangan koperasi sejak 1945 hingga saat ini pada hakekatnya merupakan refleksi dari upaya pemerintah untuk menjabarkan pasal 33 UUD 1945 hal ini tidak mengurangi hakekat koperasi Indonesia, yang pertama-tama harus dilihat sebagai gerakan masyarakat. Sebagai gerakan bukan berarti koperasi terlepas dari tanggung jawab pemerintah.

    Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) adalah lembaga tunggal koperasi yan dibentuk berdasarkan pasal 57 ayat 1 UU No.25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Dimana visi dan misi Dekopin adalah sbb :

    Visi : Terbangunnya dekopin sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemendirian bangsa.

    Misi :

    1. Memperjuangkan kepentingan dan aspirasi koperasi koperasi untuk pertumbuhan iklim usaha yang mendorong pemerataan pemilik aset ekonomi, peningkatan efisiensi dan produktivitas nasional serta peningkatan keterjangkauan akses sumber daya pembangunan oleh ekonomi kerakyatan.

    2. Mengembangkan iklim kemasyarakatan yang berlandaskan kerja sama atas dasar kestaraan dan kejujuran sebagai dasar pengembangan gerakan koperasi.

    B. DEKOPIN

    1. Arti Dekopin

    Dewan koperasi Indonesia yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar di singkat

    DEKOPIN adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan landasan idiil Pancasila landasan strukturil UUD 1945 Pasal 2 dan Pasal 33 ayat (1) beserta penjelasannya, serta landasan operasional UU No. 12 Tahun 1967 Jo UU No. 25 tahun 1992 tentang pokok-pokok perkoperasian.

    Dekopin berasaskan kkeluargaan dan k3gotong-royongan. D3kopin merupakan partner pemerintah dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    2. Tujuan Dekopin

    1. memperjuangkan tercapainya cita-cita, tujuan dan kepentingan bersama koperasi Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, melalui data ekonomi Indonesia yang berpijak kepada demokrasi ekonomi berdasarkan pancasila sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat (1) beserta penjelasannya.

    2. Memeperjuangkan agar koperasi Indonesia menjadi soko guru dalam tatanan ekonomi bangsa Indonesia.

    3. Fungsi Dekopin

    4. Tugas dan kewjiban Dekopin

    Dekopin bertugas dan berkewajiban :

    1. Mengembangkan kerja sama antar koperasi Indonesia dan memupuk kerja sama natara koperasi dengan lembaga-lembaga lain baik didalam maupun diluar negeri.

    2. memperjuangkan agar produk-produk yang menghambat perkembangan koperasi dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan kepentingan gerakan koperasi.

    3. Menumbihkan dan meningkatkan kesadaran dean semangat berkoperasi setia kawan dikalangan masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan keperluan.

    4. menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan dalam bidang perkoperasian baik dalam segi idiil, organisasi, manajemen maupun usaha.

    5. Memupuk kerja sama antar koperasi dengan perusahaan negara, dan perusahaan swasta atas dasar hubungan kerja sama yang sehat dan saling mengisi.

    6. Memupuk kerja sama dengan golongan-golongan yang potensial dalam masyarakat sperti : tani, nelayan, buruh, wanita, pemuda, cendikiawan, dan pengusaha.

    7. Memperjuangkan duduknya wakil gerakan koperasi di Indonesia di MPR, DPR, DPRD, dan lembaga-lembaga lainnya yang dibentuk baik oleh pemerintah maupun non pemerintah.

    8. kegiatan dan usaha lain-lain yang dapat menunjang kemajuan dan perkembangan koperasi di Indonesia.

    5. JENJANG/TINGKAT ORGANISASI DEKOPIN

    a. Keanggotaan Dekopinwil

    Keanggotaan Dekopinwil Kalimantan Barat terdiri dari :

    1. Koperasi tingkat sekunder atau gerakan koperasi yang berwilayah di propinsi Kalimantan Barat.

    2. Dewan koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA)

    Gerakan koperasi yang menjadi anggota Dekopinwil Kalbar adalah :

    1. Pusat koperasi di desa Kalimantan Barat (PUSKUD KALBAR)
    2. PUSKUD Bina Bahari Kalbar
    3. Gabungan Koperasi Pegawai Negeri Kalbar (GKPN Kalbar)
    4. Gabungan Koperasi Kopra Kalbar (GKK Kalbar)
    5. Gabungan Koperasi Karet Kalbar (GKKA Kalbar)
    6. Pusat Koperasi Angkatan Darat KODAM XII Tanjung Pura Kalbar
    7. Pusat Koperasi Polisi Kodak V Kalbar (PUSKOPOL KODAK V Kalbar)
    8. Primer Koperasi Angkatan Laut Pontianak (PRIMKOPAL SOSIAL)
    9. Primer Koperasi Angkatan Udara Lanut Supadio (PRIMKOPAU LANUD SUPADIO)
    10. Koperasi KARYA JASA PEMUDA Pontianak
    11. PUSKOPERI KALBAR
    12. BUKOPIN Kalbar

    Dekopinda menjadi anggota Dekopinwil kalimantan barat adalah :

    1. Dekopinda Tk II Pontianak
    2. Dekopinda Tk II Kab. Pontianak
    3. Dekopinda Tk II Kab. Sambas
    4. Dekopinda Tk II Kab. Ketapang
    5. Dekopinda Tk II Kab. Sanggau
    6. Dekopinda Tk II Kab. Sintang
    7. Dekopinda Tk II Kab. Kapuas Hulu

    b. Lembaga Perangkat atau Badan Khusus Dokopinwil kalbar

    1. Lapenkop (Lembaga Pendidikan Perkoperasian)

    Lapenkop dibentuk pada tanggal 24 mei 1995. Lembaga ini merupakan jawaban terhadap salah satu masalah mendasar koperasi yaitu rendahnya kesadaran anggota dan kemampuan pengelola koperasi. Lapenkop bekerja sama denan sistem jaringan di sejumlah propinsi dan kabupaten kota.

    Kegiatannya meliputi :

    1. Merancang sistem dan kurikulum pendidikan perkoperasian
    2. Merancang dan menerbitkan bahan-bahan pendidikan perkoperasian berikut alat bantunya
    3. Mempersiapkan pelatih dan pemandu
    4. Membengun jaringan kerja dalam gerakan koperasi untuk melaksanakan pendidikan perkoperasian

    2. jaringan Usaha Koperasi (JUK)

    Jaringan usaha koperasi yang dibentuk pada tangga 10 Novenber 1942 adalah untuk memenuhi pengembangan bisnis. Koperasi Indonesia mutlak membentuk sebuah jaringan usaha yang solid dengan jangkauan luas. Jaringan usaha koperasi memfasilitasi koperasi yang memasarkan produknya antara lain dengan membangun data base, menyelenggarakan kegiatan tim usaha dan lokakarya dengan metode ERFA, yang sudah terbukti efektif diterapkan gerakan koperasi Denmark. Jaringan kerja sama koperasi yang di bangun oleh JUK adalah meliputi pembelian, penjualan, dan pembiayaan bersama.

    3. Badan komunikasi Wanita Koperasi (BKWK)

    BKWK dibentuk pada tanggal 30 Desember 1999. BKWK mengemban misi Dekopin dalam melekukan pembinaaan pada kelompok strategis wanita, khususnya dikalangan gerakan koperasi, sehingga terbentuk sumber daya insani pembangunan koperasi dikalangan wanita. BKWK adalah organisasi perangkat Dekopin untuk melaksanakan kegiatan khusus berdasarkan program kerja Dekopin.

    s

    4. Badan Komunikasi Pemuda Koperasi (BKPK)

    BKPK dibentuk pada tangal 30 desember 1999. Sebagai organisasi pengkaderan yang melakukan pembinaan pada kelompok strategis pemuda dikalangan gerakan koperasi, sehingga terbentuk sumber daya insani pembangunan koperasi. BKPK adalah organisasi perangkat dekopin untuk melaksanakan kegiatan khusus berdasarkan program kerja Dekopin.

    1. BPKH (Badan Penyuluhan dan Konsultasi Hukum)
    2. PIP (Pusat Informasi Perkoperasian)
    3. BPPP (Badan Pengelolaan Pendidikan Perkoperasian)

    3 Tanggapan

    1. SAYA TERTARIK SEKLI DENGAN ARTIKEL TENTANG PERKOPERASIAN.
      BISAKAH ANDA KIRIMKAN UNTUK SAYA MENGENAI UNDANG-UNDANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKOPERASIAN AGAR SAYA DAPAT LEBIH MENDALAMINYA.

    2. Alhamdulillah. Syukron jzk, anda tlah memberi semangat dakwah lewat blog ini. Pengen ngidupin koperasi wanita di kab pontianak neh. Semua turut doa ya…
      Semoga Koperasinya bisa terujud ya… kami doakan…. (ngomong-ngomong, koperasinya udah ada pa blm ?) mengapa tidak buat koperasi muslim/muslimah aja ? coz di Pontianak markasnya para muslimah (Kader Dakwah).

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: