• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • PERANAN PAJAK DAERAH DALAM RANGKA PENINGKATAN PAD

    Pada masa sekarang ini dimana telah diterapkannya system otonomi daerah yang memberikan kebebas kepada setiap daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri, telah membuat suatu perubahan yang mendasar bagi system pemerintahan yang dulunya menganut system sentralisasi menjadi system desentralisasi.dimana pemerintahan daerah mengatur sendiri administarasi keuangannya. Dengan demikian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat berperan dalam mendukung kemajuan suatu daerah. Oleh sebab itu pemerintahan harus bersikap bijak dalam menetapkan PDA terutama mengenai pajak dan retribusi daerah, agar sumber daya yang ada dapat termanfaatkan dengan maksimal untuk kepentingan bersama (bukan kepentingan orang-orang tertentu karena sebagian besar pendapatan merupakan berasal dari pajak). Dalam Kebijakan mengenai pungutan pajak daerah telah diatur berdasarkan Perda, yang diupayakan tidak berbenturan dengan pungutan pusat. Untuk itu, Pemerintah Daerah dalam melakukan pungutan pajak sesuai dengan fungsinya. Yaitu fungsi budgeter dan fungsi regulator. Fungsi budgeter yaitu bila pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Sedangkan, fungsi regulator yaitu bila pajak dipergunakan sebagai alat mengatur untuk mencapai tujuan, misalnya : pajak atas rokok, pajak atas minuman keras, pajak ekspor, pajak atas barang mewah dan sebagainya.

    Dengan demikian, Menurut Teresa Ter-Minassian (1997), beberapa kriteria dan pertimbangan yang diperlukan dalam pemberian kewenangan perpajakan kepada tingkat Pemerintahan Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota, yaitu :

    1. Pajak yang dimaksudkan untuk tujuan stabilisasi ekonomi dan cocok untuk tujuan distribusi pendapatan seharusnya tetap menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

    2. Basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu “mobile”. Pajak daerah seharusnya “visible”, dalam arti bahwa pajak seharusnya jelas bagi pembayar pajak daerah, objek dan subjek pajak dan besarnya pajak terutang.

    3. Pajak daerah seharusnya tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain, karena akan memperlemah hubungan antar pembayar pajak dengan pelayanan yang diterima (pajak adalah fungsi dari pelayanan).

    4. Pajak daerah seharusnya dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fiskal vertikal yang besar.

    5. Pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya relatif mudah diadministrasikan atau dengan kata lain perlu pertimbangan efisiensi secara ekonomi berkaitan dengan kebutuhan data.

    6. Pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan secukupnya pada semua tingkat pemerintahan.

    Pajak daerah berperan serta dalam membiayai pembangun daerah, tampa adanya pajak daerah, maka kebutuhan akan dana untuk pembangunan akan sulit untuk di penuhi karena kita tahu bahwa sebagian besar pendapatan Negara kita adalah berasal dari pajak yaitu sekitar 75 %. Oleh sebab itu permasalahan tentang pajak ini harus ditangani secara tepat agar iuran pajak ataupun reetribusi daerah dapat dimanfaatkan dengan baik. Misalkan kita ketahui sekarang ini dikota Pontianak Pajak khususnya mengenai masalah perparkiran yang merupakan salah satu retribusi daerah yang dapat diandalkan, namun kenyataannya perparkiran di kota Pontianak sekarang ini tidak dikelola dengan baik oleh Pemerintahan Daerah, sehingga hal ini hanya menguntungkan petugas perparkiran saja. Misalkan contohnya setiap kali parkir apakah ada bukti pembayaran parkir yang kita terima dari petugas parkir ?, hal ini membuktikan bahwa tidak adanya manajemen yang baik dari pihak Pemerintah mengenai hal ini. Ada juga petugas parkir yang menetapkan biaya parkir tidak sesuai dengan tariff parkir yang ditetapkan misalkan, tarif parkir ditetapkan Rp 500, tetapi ada petugas parkir yang menarik biaya parkir Rp 1.000 bahkan sampai Rp2.000.

    Jika kita melihat pungutan pajak daerah maupun retribusi daerah yang ada sekarang ini masih belum dapat diandalkan oleh daerah sebagai sumber pembiayaan karena :

    a. Relatif rendahnya basis pajak dan retribusi daerah

    b. Perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah

    c. Kemampuan administrasi pemungutan di daerah yang masih rendah

    d. Kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah

    e. Belum luasnya basis penerimaan

    f. Adanya semacam ketidak jelasan proses pemungutan

    g. Rendahnya pengawasan oleh pihak pemerintah

    Oleh sebab itu khususnya di Pontianak perlu adanya semacam suatu “perncanaan ulang” dalam mengatur system perpajak yang ada sekarang ini. Tapi perlu di ingat perencanaan yang baik tidak akan berarti apa-apa jika tidak adanya suatu pengawas dari pihak yang berwajib (Pemerintahan Kota/Daerah) serta yang lebih penting adanya “control” dari masyarakat. Pengawasan inipun juga diperlukan suatu pengorganisasian yang mapan serta harus dimanajemen dengan baik, agar nantinya pungutan pajak serta retribusi daerah yang ada sekarang ini bisa dikelola dengan baik dan benar tentunya dengan suatu prosedur yang jelas, agar tujuan utama dari pemungutan pajak daearah atau retribusi daerah tersebut bisa dicapai sesuai dengan tujuan semula “untuk mencapai kesejahteraan bersama” tentunya dengan pembangunan yang terencana pula.

    2 Tanggapan

    1. buat photo kegiatanya di untan ya

    2. trimakasih atas artikel anda…,
      sangat membantu…………,

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: