• Untuk Pejuang Dakwah

    Agustus08:

    Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya. (QS al-Anfal [8]: 60).

  • Goresan Pena

  • SOLUSI ATAS KEKURANGAN PANGAN

    Sejak bulan November tahun lalu, harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan. Harga beras di pasaran di atas Rp 6000 sampai Rp 7000 per kg. Masyarakat di beberapa daerah bahkan terpaksa harus memakan nasi aking (nasi basi yang dikeringkan) karena tidak mampu lagi membeli beras. Operasi Pasar (OP) besar-besaran dan dengan volume tanpa batas pun dilakukan Pemerintah. Untuk menjaga stok nasional sebagai konsekuensi OP tersebut, Pemerintah kemudian melakukan penambahan besaran impor beras sebesar 500 ribu ton. Data stok nasional saat ini memang menurun, dari 1 juta ton menjadi 700.000 ton. Dengan dilakukannya OP sebesar 100.000 ton saja sebulan, stok akan berkurang menjadi 600.000 ton. (Kompas, 13/02/2007).

    Berdasarkan diatas, bisa kita lihan sebenarnya impor beras dan operasi pasar merupakan suatu solusi atas kekurangan pangan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, namun hal ini hanya menjadi solusi sesat saja. Yang menjadi permasalahan efektifkan kebijakan yang diambil tersebut. Bukankan kita melihan kurang bijaknya Pemerintah dan kurangnya strategi politik untuk menjaga ketahanan pangan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Fakta di lapangan membuktikan, Operasi Pasar yang digelar Pemerintah di beberapa daerah banyak jatuh ke tangan spekulan dan pedagang beras. Para pedagang yang lebih mengetahui situsi pasar cenderung akan memainkan pasokan yang didapatkan dari Operasi Pasar. Ditambah lagi, banyak keluhan dari konsumen terhadap kualitas beras Operasi Pasar yang dikeluarkan Sementara itu, impor beras yang dilakukan Pemerintah juga merupakan tindakan yang banyak menyimpan persoalan. Misalnya merugikan para petani lokal.

    Menurut saya solusi yang paling tepat dalam mengatasi kekurang pangan didalam negri bukanlah dengan cara impor beras, tetapi dengan cara meningkatkan produktivitas pangan dalam Negri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara ektensifikasi atau difersifikasi pertanian, bahkan dapat dilakukan dengan menambah luas lahan pertanian serta penggunaan mekanisasi dalam pengelolahan lahan. Disamping itu juga perlu adanya suatu bimbingan atau pelatihan dari pemerintah mengenai cara menigkatkan produktifitas pertanian. Apabila hal tersebut diatas dapat dilakukan dengan baik maka masalah pangan yang terjadi sekarang ini di indnesia tidak akan terjadilagi, apabila terjadipun tidak akan separah ini.

    Diluar itu semua yang patut dipertanyakan bagaimana pemerintahan Indonesia ini? nampaknya pemerintahan Indonesia masih mementingkan politik dan berebut menghambur-hamburkan dana (entah dana dari mana, apakah uang rakyat atau bukan) untuk kegiatan untuk kegiatan kampanye supaya bisa menjabat dengan janji-janii yang menggiurkan, ketimbangan memikirkan bagaimana cara agar produktifitas didalam nergi atau pada daerahnya bisa ditingkatkan. Hal ini sangat berbeda dengan pemerintahan Tokyo, mereka lebih mementingkan bagaimana cara meningkatkan produktivitas dalam nergi dibanding dengan kegiatan politik. Diasamping itu banyak lahan pertanian yang dialih fungsikan untuk kegiatan lain misalnya untuk lapangan golf, serta pembangunan lainnys, sehingga lahan pertanian semakin sempit.

    Dari permasalahan diatas kita dapat melihan suatu peluang pasar, dimana masih kurangnya pasokan bahan makanan dalam nergi, khususnya beras. Disamping itu pertanian-petanian yang dilakukan khususnya dikalimantan barat ini masih menggunakan system pertanian tradisional, serta masih minimnya pengetahuan dan pegolahannya tidak didukung dengan system yang modern. Apabila pemerintah bisa membaca peluang ini, maka permasalahan-permasalahan kekurangan pangan akan dapat teratasi dengan baik. Mengapa harus pemerintah bukan orang seorang ataupun bahan usaha, karena pertanian ini cakupannya sangat luas dan harus dilakukan secara menyeluruh pada setiap daerah, bukan hanya satu daerah saja.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: